Sunday, January 6, 2019

OLAH PANGAN BUAH RAMBUTAN DARI DESA KARANG PAO


Hasil Olahan Biji Rambutan oleh Warga Karang Pao dan KKN 69 UTM
Bangkalan – Pengabdian selalu menjadi hal yang diutamakan oleh setiap perguruan tinggi, termasuk Universitas Trunojoyo Madura. Melalui kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertugas di Desa Karang Pao, Arosbaya baru saja mengadakan kegiatan untuk memberdayakan masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan rangkain untuk mewujudkan program kerja olah pangan yang nantinya diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat khususnya ibu-ibu untuk berwirausaha. Pemateri sosialisasi, Ibu Ir. Umi Purwandari, M.App.Sc., Ph.D. yang berprofesi sebagai dosen Universitas trunojoyo Madura. Beliau mengatakan sejatinya mengabdi tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa, tetapi juga oleh para dosen. “Saya berterimakasih karena kegiatan seperti ini memberi peluang bagi kami, para dosen perguruan tinggi, untuk membagikan ilmu kepada masyarakat”, lanjutnya (3/1/2019).
Sosialisasi KKN 69 bersama Ibu-Ibu Desa Karang Pao
Desa Karang Pao memilki Sumber daya buah rambutan yang melimpah. Banyak buah rambutan yang dibiarkan membusuk atau jatuh begitu saja. Berawal dari permasalahan tersebut, kelompok KKN di desa Karang Pao mempunyai inisiatif untuk menjadikan buah rambutan tersebut menjadi olahan khas untuk oleh-oleh wisatawan. Olah pangan buah rambutan sendiri ke depannya akan menjadi produk unggulan dari desa Karang Pao. “Pemasaran pertama kita akan coba jual di tempat wisata religi Aermata Ebu. Jika berhasil, kami berharap produksi ini dapat berlanjut dan menjadi produk yang diperhitungkan di Bangkalan”, tutur Beiruddin (21) selaku koordinator desa kelompok KKN enam puluh sembilan itu.


Praktek Pembuatan Olah Pangan Buah Rambutan
Mengadakan kegiatan yang serupa merupakan perihal yang tidak mudah. Pada tahun sebelumnya, kegiatan sosialisasi olah pangan buah rambutan sudah pernah dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangkalan. Adapun kendala yang dihadapi kurang lebih sama yakni sulitnya mengumpulkan ibu-ibu serta tidak adanya umpan balik dari masyarakat. Jam kerja masyarakat yang rata-rata bermata pencaharian sebagai petani hanya memiliki waktu kosong pada sore hari. Meski sudah ada pemberitahuan dan penyebaran undangan sebelum hari pelaksanaan, ibu-ibu yang datang masih pada ruang lingkup ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang notabene sedikit banyak melakukan kegiatan.
Kendala tersebut tentu tidak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk mencoba melaksanakan program yang telah dicanangkan. Baik ibu-ibu PKK maupun aparat desa mendukung penuh kegiatan tersebut. Bahkan Kepala Desa Karang Pao, bapak Agus Mulyanto menjanjikan adanya bantuan modal untuk pembuatan produk tersebut secara massal. Praktik perbuatan pertama secara massal dilaksanakan di dapur umum Desa Karang Pao. Diharapakan percobaan tersebut dapat membuahkan hasil yang diinginkan demi terlaksananya program pengabdian di desa Karang Pao (6/1/2019).

2 comments:

  1. Desa Karang Pao semakin maju dan selalu berinovasi

    ReplyDelete
  2. Semangat untuk KKN 69 UTM 2018, semoga semua program kerjanya bermanfaat bagi desa Karang Pao

    ReplyDelete

AKSI SOSIAL DONOR DARAH INSPIRASI DARI KKN 69 UTM UNTUK NEGERI

Aksi Sosial Donor Darah Desa Karang Pao Bangkalan – Aksi sosial yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Karang ...